News

Energy Management System (EMS): Solusi Efisiensi Energi di Salah Satu Pabrik Manufaktur

Energy Management System (EMS) telah dipasang di salah satu pabrik manufaktur di Indonesia sebagai upaya mendukung efisiensi energi dan pengelolaan daya secara real-time. Proyek ini bertujuan untuk memantau konsumsi listrik secara akurat dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi potensi penghematan energi.

Energy Management System (EMS): Definisi, Manfaat, dan Aplikasinya di Pabrik

Energy Management System adalah sistem berbasis digital yang memungkinkan pemantauan, pengukuran, dan analisis penggunaan energi pada fasilitas industri. EMS membantu perusahaan untuk:

  • Mengurangi biaya listrik,
  • Pemantauan konsumsi energi secara Real-Time,
  • Mendeteksi beban berlebih atau abnormal,
  • Meningkatkan efisiensi operasional,
  • Menyusun strategi penghematan energi jangka panjang.

Proses Instalasi EMS di Panel Listrik

Tim teknisi melakukan pemasangan peralatan seperti power meter digital (seperti Archmeter PA300, Schneider PowerLogic dan Accuenergy Acuvim) ke panel distribusi utama. Selama proses instalasi, teknisi menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai dengan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku.

Energy Management System (EMS)
Instalasi EMS
Energy Management System (EMS)
Instalasi Power Meter

Dalam gambar di atas terlihat salah satu teknisi sedang melakukan pekerjaan pemasangan perangkat monitoring daya di salah satu RTU.

Manfaat Langsung yang Diperoleh Pabrik

Setelah sistem terpasang dan aktif, EMS memberikan data real-time mengenai parameter kelistrikan seperti:

  • Tegangan antar fase,
  • Arus beban,
  • Daya aktif dan reaktif,
  • Faktor daya (power factor).

Dengan data ini, tim manajemen dapat segera mengambil keputusan yang tepat dalam mengatur beban listrik, menjadwalkan pemeliharaan, serta menghindari overcapacity atau potensi kerusakan alat.

Komitmen terhadap Efisiensi dan Keberlanjutan

Pabrik ini menunjukkan komitmennya terhadap industri hijau dan efisiensi energi dengan mengadopsi EMS sebagai bagian dari strategi digitalisasi fasilitasnya. Selain menghemat biaya operasional, penggunaan sistem ini juga mendukung target pengurangan jejak karbon (carbon footprint) dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Penerapan Energy Management System bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing industri. Investasi dalam EMS memberikan keuntungan nyata yang terukur, baik dari segi operasional maupun lingkungan.